Kamis, 01 November 2012

kkn upi 2012 desa margaluyu "episode perkenalan"

halo sobat semua, kali ini saya akan membahas hal yang akan saya bahas,,, hmmm
anda pusing? ya saya juga pusing,,,

Desa Margaluyu, Leles, Garut

ini dia,, panorama yang aduhai, sawah hijau nan luas membentang (kalo mau panen si jadi keemasan)
berawal dari ketidaksengajaan teman saya mendaftarkan saya di desa ini.
tempat ini berada di kabupaten garut, kecamatan leles, desa margaluyu, sebenarnya akses menuju desa ini dari jalan raya leles cukup dekat, hanya diperlukan 10-15menit, tergantung dari jenis kendaraan apa yang anda pakai, haha 
namun kurangnya penerangan selama perjalanan bila malam hari dan area perkebunan, perbukitan yang harus dilalui menjadi "sesuatu" hal yang unik untuk dilalui..



sebelum cerita lebih jauh ini dia para bejuang "kearifan budaya lokal" yang nantinya akan menemani saya dalam melaksanakan tugas besar ini,, hahahaha..
          afief : adalah seorang pria jenaka dari lampung yang serba bisa dan dapat diandalkan, namun tak disangka dari cover yang rapih ternyata menyimpan banyak kebodoran yang tak lekang oleh waktu,,, halaaaah.. (Jur. Teknik pendidikan)

          dini : gadis manis dari sumedang, keahliannya di bidang ke"sunda"an sangat berguna di setiap  tantangan  yang akan kami hadapi (Jur. Pend. Bahasa Sunda)
          Lutfi : ini saya sendiri, sebagai pemimpin kelompok yang dipilih anggotanya berdasarkan  insting mereka masing-masing, tapi tanggung jawab adalah tanggung jawab !, (Jur. Pend. Seni Rupa)
          sadena :  wanita yang terlihat manja namun bisa berubah menjadi sangat dewasa, beliau adalah salah satu anggota yang paling tepat waktu, dia amat berjasa dalam mendokumentasikan semua kegiatan, kegiatan penting dan kegiatan dibalik layar tentunya. (Jur. Psikologi)

         deden : pria sporty yang dipuja para gadis desa sampai pemuda desa, hahah (FPOK)

        Nunuy : wanita perkasa yang berjasa dalam memenuhi perut-perut kami, racingan sambelnya yang mantap dijamin akan membuat mulut anda sariawan (bila dimakan tiap hari) haha (Pend. Bahasa Indonesia)

        hilmi : anda akan melihat sosok "Ulama" dalam dirinya, dan anda akan melihat sosok "pecinta wanita" disisi lainnya, tidak cukup 3 hari untuk menceritakan kisah hidupnya. (Pend. Luar Sekolah)

       Uty : hmmm sebenarnya saya malas menceritakannya,, haha dia adalah sosok pengganti Televisi sebagai hiburan yang tidak kami jumpai di desa ini. kepolosannya keunikannya heup ah loba teuing (Pend. Bahasa Jepang)

       Sely : wanita cantik yang jago menari jaipongan ini, lelaki mana yang tak tergoda dengannya, dari mulai anak baru lahir sampi ketua rt rw lurah camat presiden di jamin kepincut bila melihat ia menari, WAW (Pend. Seni Tari)

itulah gambaran kisah, watak kepribadian para pejuang "Kearifan budaya lokal"
kita semua mempunya kebiasaan, keahlian dan selera yang berbeda. perdebatan akan sering terjadi. namun dari perbedaan inilah kami belajar arti dari sebuah "Kehidupan".

seperti apakah cerita yang kami alami selama 30 hari di desa ini? kita tunggu di postingan selanjutnya by by....





Tidak ada komentar:

Posting Komentar